Tech

Alphabet Berencana Terbitkan Obligasi 100 Tahun, Sejarah Baru Tech

5 min read
Alphabet Berencana Terbitkan Obligasi 100 Tahun, Sejarah Baru Tech
Key Takeaways
  • Alphabet Inc. berencana menerbitkan obligasi bertenor 100 tahun, langkah pertama di sektor teknologi sejak 1997.
  • Obligasi ini akan didenominasikan dalam mata uang Poundsterling (GBP) untuk diversifikasi.
  • Langkah ini menunjukkan kepercayaan diri investor terhadap keberlangsungan bisnis Google hingga satu abad ke depan.
  • Dana hasil penerbitan berpotensi digunakan untuk ekspansi AI dan akuisisi strategis.
  • Obligasi 'century bond' korporasi sangat langka karena risiko keusangan teknologi (tech obsolescence).

Dunia keuangan global baru saja dikejutkan oleh langkah ambisius dari raksasa teknologi, Alphabet Inc. Induk perusahaan Google ini dilaporkan berencana untuk menerbitkan obligasi dengan tenor yang sangat fantastis, yakni 100 tahun. Ini bukan sekadar pencarian dana biasa; ini adalah pernyataan kekuatan finansial yang jarang sekali terlihat di industri yang bergerak sangat cepat seperti teknologi. Bayangkan, sebuah perusahaan teknologi yang dunianya berubah setiap detik, kini meminta investor untuk bertaruh pada eksistensinya hingga satu abad ke depan.

Statistik Utama

"Ini menandai penjualan surat utang dengan jatuh tempo ekstrem pertama oleh perusahaan teknologi besar sejak Motorola melakukan hal serupa pada tahun 1997. Dengan tenor 100 tahun, Alphabet mensejajarkan diri dengan institusi abadi seperti universitas terkemuka dan negara berdaulat."

Langkah Berani Alphabet di Pasar Obligasi Global

Rencana Alphabet Inc. (GOOG) untuk menjual obligasi tenor 100 tahun ini merupakan bagian dari strategi penerbitan utang besar-besaran perusahaan. Menurut laporan yang beredar pada Februari 2026 ini, obligasi tersebut rencananya akan didenominasikan dalam mata uang Poundsterling. Langkah ini sangat menarik karena pasar obligasi 100 tahun—atau sering disebut sebagai century bonds—biasanya didominasi oleh entitas yang dianggap "abadi" seperti pemerintah atau universitas tua (seperti Oxford atau MIT).

Bagi sebuah perusahaan teknologi, langkah ini adalah anomali. Sektor teknologi dikenal dengan disrupsi yang konstan. Perusahaan yang berjaya hari ini bisa hilang dalam dua dekade. Namun, dengan langkah ini, Alphabet seolah mengirimkan sinyal kuat kepada pasar: mereka ada di sini untuk bertahan, tidak hanya untuk satu atau dua dekade, tapi untuk satu abad.

Penerbitan ini juga mencakup empat tranche (bagian) lainnya dalam mata uang yang sama. Penetapan harga untuk obligasi Poundsterling perdana Alphabet ini diperkirakan akan segera dilakukan, menandai diversifikasi portofolio utang mereka yang selama ini mungkin lebih berat di Dolar AS.

Mengapa Obligasi 100 Tahun Sangat Langka?

Untuk memahami betapa signifikannya berita ini, kita perlu melihat sejarah. Terakhir kali sektor teknologi melihat keberanian semacam ini adalah di akhir tahun 1990-an, tepatnya tahun 1997 ketika Motorola menerbitkan utang sejenis. Sejak saat itu, hampir tidak ada perusahaan teknologi yang berani mengambil risiko tenor sepanjang itu.

Risiko "Tech Mortality"

Dalam dunia investasi, ada konsep risiko keusangan teknologi. Model bisnis yang relevan saat ini belum tentu relevan 10 tahun lagi, apalagi 100 tahun. Berikut adalah alasan mengapa obligasi ini sangat langka:

  • Siklus Hidup Produk Pendek: Teknologi berubah eksponensial. Produk andalan Google saat ini (Search, YouTube) mungkin akan digantikan oleh AI atau teknologi lain di masa depan.
  • Ketidakpastian Regulasi: Aturan mengenai data dan privasi bisa berubah drastis dalam 100 tahun.
  • Inflasi: Memegang surat utang selama 100 tahun memiliki risiko inflasi yang sangat besar, yang dapat menggerus nilai riil dari kupon yang diterima investor.

Meskipun demikian, investor institusional sering kali tetap memburu instrumen ini demi yield (imbal hasil) yang lebih tinggi dibandingkan surat utang jangka pendek, serta untuk kebutuhan asset-liability matching jangka panjang, seperti dana pensiun.

Strategi Finansial: Mengapa Poundsterling?

Pemilihan mata uang Poundsterling (GBP) juga menarik untuk disorot. Biasanya, perusahaan teknologi AS akan menerbitkan utang dalam USD. Namun, diversifikasi ke GBP bisa menjadi strategi lindung nilai (hedging) atau sekadar memanfaatkan suku bunga yang lebih kompetitif di pasar Inggris saat itu.

Selain itu, pasar Eropa dan Inggris sering kali memiliki basis investor dana pensiun yang kuat, yang memang memiliki mandat untuk memegang aset bertenor sangat panjang. Dengan menerbitkan obligasi di sana, Alphabet dapat menjangkau likuiditas baru di luar pasar Amerika Serikat.

Konteks Pasar 2026: Era Kecerdasan Buatan (AI)

Kita tidak bisa melepaskan berita ini dari konteks tahun 2026. Saat ini, persaingan di sektor Kecerdasan Buatan (AI) sedang berada di puncaknya. Perusahaan-perusahaan besar membutuhkan modal kerja (Capex) yang masif untuk membangun pusat data, membeli chip canggih, dan mengembangkan model AI terbaru.

Ada spekulasi bahwa dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI atau bahkan potensi akuisisi strategis. Seperti yang sempat dirumorkan, Alphabet sedang dalam negosiasi untuk mengakuisisi perusahaan siber Israel dengan nilai fantastis. Dana segar dari obligasi jangka panjang memberikan fleksibilitas kas yang luar biasa bagi manajemen untuk bermanuver tanpa mengganggu operasional harian.

Valuasi induk Google yang telah menyentuh angka ribuan triliun rupiah (mencapai USD 4 Triliun menurut beberapa laporan analis) memberikan jaminan kolateral implisit yang membuat investor merasa aman, meskipun tenornya sangat panjang.

Perspektif Investor: Membeli Masa Depan Google?

Bagi investor, membeli obligasi 100 tahun Alphabet adalah sebuah vote of confidence mutlak. Ini berarti mereka percaya bahwa Google (atau entitas apapun yang menjadi penerusnya) masih akan menjadi raksasa yang solvabel pada tahun 2126.

Jika kita melihat data dari Bloomberg, pasar obligasi korporasi bertenor panjang memang menawarkan premi risiko. Namun, risikonya juga sepadan. Sejarah mencatat banyak perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 di tahun 1920-an sudah tidak ada lagi hari ini. Oleh karena itu, langkah Alphabet ini bisa dibilang sangat percaya diri.

Perbandingan dengan Kompetitor

Sampai saat berita ini diturunkan, kompetitor utama seperti Apple atau Microsoft belum melakukan langkah serupa dalam menerbitkan obligasi 100 tahun di era modern ini. Kebanyakan perusahaan teknologi lebih memilih buyback saham atau dividen, serta utang jangka menengah (10-30 tahun). Langkah Alphabet ini menjadikan mereka pionir dalam struktur permodalan ultra-jangka panjang di abad ke-21 untuk sektor teknologi.

Kesimpulan

Rencana penerbitan obligasi 100 tahun oleh Alphabet Inc. adalah momen bersejarah yang menegaskan dominasi dan kepercayaan diri raksasa teknologi tersebut. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan teknologi yang cepat, Alphabet berani menanamkan tonggak sejarah finansial yang akan bertahan hingga abad berikutnya. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal legasi dan visi jangka panjang.

Berbicara tentang manajemen keuangan dan hiburan jangka panjang, kita semua menginginkan kemudahan dan keamanan. Sama seperti Alphabet yang merencanakan masa depan keuangannya dengan matang, Anda juga bisa memastikan pengalaman hiburan digital Anda terkelola dengan baik. Untuk kebutuhan top-up game dan voucher digital yang aman, cepat, dan terpercaya, selalu andalkan Nextive. Kami siap menemani hobi gaming Anda dengan layanan terbaik, hari ini dan di masa depan.

Pertanyaan Terpopuler

Obligasi 100 tahun atau century bond adalah surat utang dengan jangka waktu jatuh tempo satu abad. Alphabet menerbitkannya dalam mata uang Poundsterling, menjadikannya perusahaan teknologi pertama yang melakukan ini sejak 1997.
Langkah ini bersejarah karena obligasi tenor 100 tahun sangat jarang diterbitkan oleh perusahaan teknologi yang model bisnisnya rentan terhadap perubahan zaman. Biasanya, instrumen ini diterbitkan oleh negara atau universitas.
Meskipun belum dirinci secara spesifik, dana ini kemungkinan besar akan digunakan untuk keperluan korporasi umum, termasuk investasi infrastruktur AI, potensi akuisisi, dan pelunasan utang lainnya.
Risiko utamanya meliputi inflasi yang menggerus nilai uang selama 100 tahun, risiko kenaikan suku bunga, dan risiko kredit apakah perusahaan penerbit masih akan eksis dan mampu membayar utang pada saat jatuh tempo di tahun 2126.
Obligasi korporasi global seperti milik Alphabet biasanya dijual melalui broker internasional atau manajer investasi. Investor ritel di Indonesia mungkin perlu akses melalui reksa dana luar negeri atau platform trading global yang memfasilitasi akses ke pasar obligasi AS/Eropa.

Ditulis Oleh

Admin Nextive

Spesialis konten gaming dan top up yang berdedikasi untuk memberikan informasi terbaru, tips trik, dan update promo menarik seputar dunia game di Indonesia.